Mi khas negeri sakura ini berkuah misho kuning. Rasanya gurih-gurih enak. Minya kuning lentur lembut, dijodohkan dengan potongan ayam, daun bawang dan jagung manis. Tentu saja mi ini jadi komplet. Taburan shicimi makin bikin keringat berlelehan. Wouw... sedap dan kenyang!

Lapar berat dan udara dingin ternyata bikin saya jadi kangen berat untuk menikmati ramen. Ramen alias mi hampir selalu jadi makanan favorit di sepanjang hari buat orang Jepang. Bahkan mereka terbiasa antri makan mi sambil berdiri di gerai-gerai mi di stasiun dan pinggiran jalan.

Mampir ke Taichan Ramen akhirnya jadi pilihan buat mengisi perut. Dari dulu resto ini selalu memasang sampel makanan di lemari kaca. Khas resto Jepang, sampel makanan terbuat dari lilin dengan warna, tekstur, ukuran dan wadah persis seperti aslinya. Hmm... makin ngiler saja kalau dipandangi lama-lama.

Ramen di resto ini ada banyak pilihan. Favorit saya dari dulu, ya Orochon Ramen dan Stamina Ramen. Kalau sedang lapar berat bisa pesan ukuran besar. Karena ada 2 ukuran mangkuk yang bisa dipilih. Selain itu ada set menu yang komplet seperti teriyaki chicken/beef, curry rice, sukiyaki dan aneka jenis donburi (nasi plus topping lauk).

Orochon ramen (Rp. 38.000,00) yang saya pesan disajikan dalam mangkuk keramik hijau berikut seporsi gyoza yang saya pilih sebagai lauk tambahan. Kuah ramennya keruh kecokelatan. Di atas mi tampak potongan ayam rebus, jagung manis dan irisan daun bawang. Aromanya mengepul wangi gurih. Wah, perut rasanya makin lapar!

Slruup... hirupan kuah ramen terasa gurih karena misho kuning yang diaduk dalam kaldu dashi. Minya terasa lembut lentur, dengan potongan kecil panjang. Daging ayam yang gurih, krenyes renyah manis jagung dan irisan daun bawang bikin mi ini jadi komplet enaknya. Semburat rasa pedaspun mulai terasa.

Untuk menambah 'gigitan' rasa pedasnya, 2 sendok kecil sichimi togarashipun saya tambahkan. Sichimi togarashi ini merupakan cabai merah bubuk yang warnanya merah oranye dan teksturnya halus. Merupakan campuran cabai merah halus yang ditambah dengan merica szechuan, kulit jeruk yang dihaluskan, wijen hitam dan putih halus, jahe dan nori. Karena yang dominan cabai merahnya maka rasanyapun pedas.

Efeknya memang dahsyat. Selain rasanya jadi pedas menggigit, keringatpun mulai berlelehan dari dahi, dan leher. Badanpun jadi terasa segar. Gyoza ( Rp. 26.500,00) yang berwarna sedikit cokelat gosong pun tak kalah menarik. Gyoza ini dumpling khas Jepang. Tampilannya persis seperti pangsit atau swekiau. Berbentuk seperti bulan sabit dengan pilinan adonan di kelilingnya.

Kalau pangsit biasanya hanya dikukus, direbus atau digoreng maka gyoza justru digoreng air. Gyoza yang sudah matang/dikukus, ditaruh dalam wajan yang diberi sedikit minyak dan air lalu ditutup. Efek kulit yang kenyal gosong di bagian bawah justru menjadi aksen rasa yang unik.

Adonan isinya berupa daging cincang yang diaduk dengan daun bawang dan kucai dalam jumlah banyak. Rasanya gurih dengan aroma bawang yang sangat kuat. Makin enak saat dicelup dalam shoyu. Gyoza ini jadi pasangan klop buat menuntaskan semangkuk ramen yang gurih pedas.

O, ya Stamina Ramen yang jadi andalan resto ini juga tak kalah menggoda. Kuahnya cokelat bening dengan isian irisan tipis daging sapi. Wortel yang diiris kecil panjang dan kucai yang dipotong kasar bikin ramen ini jadi unik dan enak. Pokoknya saat perut lapar berat, stamina pasti jadi oke setelah ramen ini tuntas. Apalagi diberi bonus mandi keringat! Huah... huah... oishikatta!

Taichan
Midplaza 1 Building, Basement Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 10-11
Jakarta
Telepon: 021-5706200 Ext. 2001